AKRAB DI UDARA, RUKUN DI DARAT, IMAN DI HATI

Sunday, 8 March 2015

MENGHITUNG PANJANG GELOMBANG

Panjang gelombang adalah sebuah jarak antara satuan berulang dari sebuah pola gelombang. Biasanya memiliki denotasi huruf Yunani lambda (λ). Dalam sebuah gelombang sinus, panjang gelombang adalah jarak antara puncak :
Panjang Gelombang 


Axis x mewakilkan panjang, dan I mewakilkan kuantitas yang bervariasi (misalnya tekanan udara untuk sebuah gelombang suara atau kekuatan listrik atau medan magnet untuk cahaya), pada suatu titik dalam fungsi waktu x. Panjang gelombang λ memiliki hubungan inverse terhadap frekuensi f, jumlah puncak untuk melewati sebuah titik dalam sebuah waktu yang diberikan. Panjang gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh frekuensi gelombang. Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa, kecepatan ini adalah kecepatan cahaya c, untuk sinyal (gelombang) di udara, ini merupakan kecepatan suara di udara. 

Tuesday, 3 March 2015

INTERFERENSI GELOMBANG RADIO


Interferensi  adalah gangguan siaran sebagai akibat terjadinya bentrokan frekuensi antara dua stasiun radio yang berada pada saluran frekuensi yang sama atau dari stasiun radio yang memiliki saluran frekuensi yang berdekatan. Oleh sebab itu beberapa stasiun radio dalam suatu wilayah yang sama tidak boleh berdekatan frekuensinya, atau dikosongkan satu frekuensi. Frekuensi yang kosong dapat digunakan lagi oleh stasiun radio yang berada diwilayah yang jauh lokasinya, seperti; dibatasi oleh gunung, bukit, lautan luas dan lain sebagainya.

Di wilayah sekitar tempat pemancar, yang tingkat kekuatan sinyal pancarannya masih sangat kuat, sideband biasanya akan melebar melewati batas saluran frekuensi yang telah ditentukan untuk stasiun penyiaran bersangkutan, sehingga bentrok dengan saluran frekuensi yang berdekatan. Jika hal itu terjadi, cara mengatasinya adalah dengan memperkecil atau memperlemah sinyal yang keluar dari pemancar hingga sideband tidak bentrok dengan saluran yang berdekatan, namun konsekuensi tindakan ini adalah daya pancar stasiun bersangkutan menjadi lemah. Untuk mengatasi hal ini, pihak berwenang harus menempatkan setiap saluran frekuensi pada jarak yang cukup jauh. Saluran frekuensi tidak boleh berada pada posisi berdempetan.

Hal ini sedikit berbeda dalam teknologi jaringan nirkabel, istilah interferensi biasanya digunakan untuk hal yang lebih luas, untuk gangguan dari sumber radio frekuensi seperti dari kanal tetangga. Jadi interferensi dalam jaringan nirkabel adalah sebuah gangguan yang dapat menggangu kualitas sinyal.(Onno dkk,2008)

Pada saat puncak bertemu dengan puncak, maka kita akan memperoleh hasil yang maksimum (1+1=2). Hal ini disebut interferensi konstruktif. Akan tetapi jika puncak bertemu dengan lembah, maka hasil yang diperoleh adalah penghilangan dari sinyal ((1+(-)1=0). Hal ini disebut interferensi destruktif.

Untuk memahami sebuah gelombang, satu tambah satu belum tentu sama dengan dua. Hasilnya kadang-kadang bisa saja menjadi nol.


Wednesday, 18 February 2015

RESONANSI ANTENA


Frekuensi resonansi sebuah antena dapat diartikan sebagai frekuensi kerja antena dimana pada frekuensi tersebut seluruh daya dipancarkan seara maksimal. Pada umumnya frekuensi resonansi menjadi acuan frekuensi kerja antena sedangkan, Resonansi adalah proses bergetarnya suatu benda yang dikarenakan ada benda lain yang bergetar, hal ini terjadi karena suatu benda bergetar pada frekwensi yang sama dengan frekwensi benda yang terpengaruhi.  

Terjadinya resonansi bisa berakibat menguntungkan maupun merugikan kita, berikut ini contoh-contoh terjadinya resonansi:
  • Resonansi yang menguntungkan: resonansi pada alat musik (gitar, genderang, gamelan, dll).
  • Resonansi yang merugikan">:  resonansi suara deru pesawat bisa membuat kaca turut bergetar, dan bahkan pecah.

Sedangkan resonansi stokastik adalah suatu fenomena di mana suatu sistem non-linier di bawah pengaruh suatu sinyal periodik termodulasi yang amat lemah sehingga secara normal tidak terdeteksi, akan tetapi dapat terdeteksi disebabkan terjadinya resonansi antara sinyal deterministik yang lemah tersebut dengan gangguan (noise) stokastik. Definisi paling awal dari resonansi stokastik adalah kekuatan sinyal keluaran maksimum sebagai fungsi dari gangguan (Bulsara dan Gammaitoni 1996).

Terdapat banyak contoh-contoh resonansi stokastik, beberapa di antaranya adalah rangkaian elektronik trigger Schmitt, dioda tunnel, sistem biologi pada respon syaraf penglihatan, kanal ionik, aplikasi medis, laser cincin bistabil dan devais interferensi kuantum super-menghantar (dirangkum dari berbagai sumber). 

Antenna resonan yaitu kondisi dimana antenna bekerja maksimum pada suatu frekuensi, bisa di  frekuensi yg sesuai dengan rancangan atau mungkin meleset bahkan bisa jadi di frekuensi harmonisanya. Antenna itu akan meradiasikan  RF secara maksimal dari yang dia mampu ke udara sesuai dengan pola lobe radiasi RF (yang dikehendaki waktu mendesain) dari energi yang dikembalikan ke arah radio. Situasi tsb disebut antenna resonan di frekuensi itu.

  • Semua pemancar atau penerima memerlukan antena.
  • Antena pemancar melepaskan daya dari pemancar ke udara berupa gelombang elektromagnetik (gelombang radio).
  • Antena penerima mengumpulkan enerji gelombang elektromagnetik serta mengubahnya menjadi arus listrik bolak-balik dan diteruskan ke penerima untuk dideteksi.
Frekwensi resonansi antena
• Antena Resonansi
– Hampir semua daya terpancar ke udara
– Biasanya masih bisa digunakan +/- 1% dari frek resonansinya
• Antena Non Resonansi
– Sebagian besar daya hilang
– Praktis karena dioperasikan dibanyak frekwensi

Resonansi adalah sebuah fenomena alam dimana gelombang pantul memperkuat gelombang utama sehingga menghasilkan daya yang lebih besar. Resonansi juga terjadi pada antena, yaitu pada saat panjang antena tepat sama dengan ½ lamda.

Perhatikan gambar (1) dimana gelombang pertama kali muncul dari pemancar di titik A. Gelombang ini kemudian merambat melalui antena menuju titik B. Di titik B gelombang akan bertemu dengan udara atau sebuah rangkaian terbuka sehingga gelombang tidak bisa menjalar lebih jauh lagi. Berhubung udara memiliki impedansi yang berbeda maka di titik B gelombang ini akan dipantulkan kembali menuju titik A. Di titk A gelombang pantul itu bertemu dengan impedansi pemancar dan kemudian dipantulkan lagi ke arah titik B. Demikian seterusnya sehinga gelombang ini terus terpantul secara bolak-balik (berosilasi)